Monday, September 26, 2016

Aku Telah Terpinang

Wajah tampan dengan rupa menawan duduk tertegak di hadapan ibuku. Tiada satu cela dalam rupa fisikmu. Semua begitu tampak sempurna. Senyum sesekali menghiasi lekuk bibirmu. Sudahlah, yakin dan pastilah ibuku akan menyetujui niat kehadiran serta kedatanganmu di rumah ini.

Tidak jauh dari dudukmu, di belakang punggung ibuku, aku menunduk. Terkadang mata ini mencuri pandang, sekedar untuk menelusuri parasmu. Hanya kagum semata, tidak ada tampak hasrat bergetar. Logikaku sebisa mungkin aku genggam erat-erat, agar tidak terlepas dan tergantikan dengan perasaan yang meragu. Tuhan, seperti inikah Engkau ciptakan sebuah kerumitan hati?

Kamu sedang berkata-kata di hadapan keluarga besarku tentang niat baikmu kepadaku. Bahasa yang lugas, tutur kata yang tegas, sebaris seirama dengan seragam korps kebanggaanmu. Ada rasa bangga di mata ibuku, kakak-kakakku, dan keluarga besarku. Dalam pikiran mereka, kamulah yang diidam-idamkan, diangan-angankan. Tapi tidak, bagiku.

Usai kamu berbicara, semua pandangan tertuju padaku. Aku harus setuju, aku harus mengangguk. Iya, selanjutnya, aku telah terpinang.

Friday, September 16, 2016

That Thin Line Between News and Gossip

Image result for gossips

Who doesn’t like gossips – or some people may call it with the term of “news”? Call it what you like. Whatever. As true as news might be, I still believe that there is always gossip within news. Don’t you agree?

So what makes the difference?

There is this tiny little thing called Fact. Fact is measurable. And fact does not against the Law of Science.

So before you believe what you read or hear, you need to get your fact right. Can it be measured? Can it be proven? Does it against the Law of Science? If the answer is no, then you know that what you read or hear is just gossip. Unless proven otherwise.

It doesn’t mean that all news sucks. It does not. I just want you to be more aware towards the news – or gossip, you read or hear. Don’t take it too seriously. Read it just for fun. For social knowledge when you hang out with this up-to-date society. For ice-breaking topics – if you don’t know how to begin a conversation with the hot chick you like. Just don’t rush believing it.

At the end, let me quote this beautiful verse from the Holy Qur’an,

“O you who have believed, if there comes to you a disobedient one with information, investigate, lest you harm a people out of ignorance and become, over what you have done, regretful”


[Q.S. 49:6] 


p.s.
I'm open for criticism. Feel free to submit one. 

Tuesday, September 6, 2016

Tentang Larangan Merokok


'Jangan ngerokok mulu tar cepet mati'
Kalimat ini tentu sering kita denger. Hmm, saya bukan perokok tapi menurut saya lucu aja ada orang yang mengkait-kait-kan rokok dengan kematian. Memang benar, rokok berbahaya mengandung racun yang mematikan. Tapi tidak semua perokok akan mati karena rokok kan? karena ketika Tuhan menciptakan manusia, Tuhan pasti sudah menetapkan segalanya, siapa jodoh kita, kapan kita menikah dan berapa jatah umur kita di dunia termasuk penyebab kematian kita nanti. Itu semua sudah tertera di surat takdir yang Tuhan telah tetapkan.
Melarang orang untuk tidak merokok itu baik, tapi menurut saya sebaiknya ketika melarang janganlah terlalu ekstrim sampai sok tahu dan berlagak seperti Tuhan. Mengingatkanlah dengan sopan, tegurlah secara halus dengan begitu orang yang ditegur juga tidak sakit hati. Pernah denger kan ketika peroko bilang 'gw gak bisa mikir nih kalo gak sambil ngeroko' makanya kita harus kasih alasan alasan lebih logis dan sederhana untuk memberitahu  mereka karena perokok biasanya tidak bisa bepikir jernih, karena otaknya sudah terkontaminasi nikotin, cafein dan tar. Makanya ada perokok yang rela tidak makan cuma demi bisa ngeroko. 
Mari kita support orang orang tersayang untuk tidak merokok dengan pendekatan taktis, pendekatan taktis bisa dengan mengkodisikan keadaan si perokok, seperti moodnya, dikasih pengertian sesuai dengan tipe orang dan minatnya, karena ketika kita mengetahui minat si perokok kita bisa mulai dari sana untuk mengencourage untuk berhenti merokok. 

Monday, August 29, 2016

Agar Kamu Tahu Rasanya ...

Menyendirilah. Agar kamu tahu rasanya hening dan menyelami indahnya kesunyian.

Menangislah. Agar kamu tahu rasanya melepas beban, saat bibir sudah tak mampu lagi untuk beraksara.

Meracaulah. Agar kamu tahu rasanya rasa yang tak terasa, kata yang tak tertata, dan gelisah yang semakin resah menggugah.

Menolaklah. Agar kamu tahu rasanya bermusuhan dengan kata 'iya', menyegani kata 'setuju', dan mulai  bersahabat dengan kata 'tidak'.

Membantahlah. Agar kamu tahu rasanya setia dengan pendapat, hati kecil, dan naluri yang kamu puja.

Merontalah. Agar kamu tahu rasanya memiliki kekuatan untuk melawan, namun takdir tak kunjung mau mengalah.

Mencacilah. Agar kamu tahu rasanya menghakimi, demi memuaskan kebencian hati.

Menurutlah. Agar kamu tahu rasanya tunduk, patuh, dan taat menjalankan dogma, tanpa prasangka penyangkalan.

Melangkahlah. Agar kamu tahu rasanya kaki terayun, mengikuti irama kata hati, sembari menyingkirkan kerikil keraguan.

Mendakilah. Agar kamu tahu rasanya menapaki tanjakan kehidupan, melewati jurang permasalahan, sampai akhirnya kamu akan menikmati keriuhan di puncak kemenangan.

Menunduklah. Agar kamu tahu rasanya menjadi seperti padi, yang senantiasa merunduk di masa kematangannya.

Memberilah. Agar kamu tahu rasanya menuai apa yang telah kamu tanam dan menikmati taburan benih yang telah kamu sebar.

Menarilah. Agar kamu tahu rasanya meliukan pikiranmu dan menggoyangkan imajinasimu, agar dunia bertepuk tangan atas sendratari prestasimu.

Merindulah. Agar kamu tahu rasanya bersabar dalam jarak, bergetar dalam hasrat, dan berucap dalam doa.

Menulislah. Agar kamu tahu rasanya mengguratkan mimpi, menciptakan karya, dan menorehkan rasa dalam coretan pena.

Wednesday, August 24, 2016

Tentang Ibadah

Untuk apa manusia diciptakan? 
Dari muka saya masih imut dulu, pertanyaan pertanyaan seperti ini mengendap dikepala saya. 
Dalam proses pencariannya, kemudia saya banyak menemukan konsep konsep seperti, recycle jiwa manusia, reinkrnasi, past life, proses kejadian langit bumi, penciptaan manusia, karma, nirwana, surga sampai jiwa jiwa yang moksa. Tapi itupun belum bisa memuaskan saya. Sampai akhirnya saya membaca sebuah ayat  di salam kitab agama saya, "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” Beribadah, ya beribadah, kata kata itu melekat dikepala saya. Beribadah, berarti sembahyang dalam ajaran agama saya. SembahYANG, menyembah YANG.. YANG Maha Kuasa, YANG Maha Besar, YANG Maha Tau dan Yang Maha Segalanya. Tapi ketika perlahan lahan wajah saya sudah tidak imut lagi dan penalaran saya mulai berkembang, pemahaman dari kata beribadah juga berkembang, beribadah bukan lagi hanya memuja dan menyembah, beribadah juga tentang bagaimana kita sebagai manusia memperlakukan mahluk Tuhan lainnya. Manusia sebagai ciptaan yang paling mulia dan paling komplek diharapkan bisa menjaga keseimbangan dalam diri dan alam sekitarnya agar tidak menjadi manusia yang sia sia dan merugi oleh perbuatannya sendiri.

Wednesday, August 3, 2016

Tentang Bertahan

Pikiranku melayang memikiran jiwa jiwa yang terkekang.
Bertahanlah sayang
Tak perlu cepat cepat
Kesempatan akan datang diwaktu yang tepat
Mari bersembahyang
Semoga Tuhan membantu jiwa jiwa yang mabuk kepayang.

Monday, August 1, 2016

Tentang Rindu

Hari ini tak ada rindu
Untuk si pencemburu

Tapi rindu adalah candu
Yang mengalir disetiap pembuluh tubuh
Jangan malu mengatakan butuh
Karena rindu mengetuk-ngetuk tanpa ragu
Dengarkan aku Si pencemburu 
Yang membuat ratusan puisi ber-rima u
Kalbuku ingin bertemu 
Dan kepalaku penuh tentang kamu melulu